-->

IAIN Bone Siapkan Tim Khusus Hadapi Gugatan Wanprestasi



Penainspirasi, WATAMPONE--Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Bone Prof. Dr. A. Nuzul, SH, MHum didampingi, Kepala
Aministrasi Umum Akademik dan Kemahasiswaan Drs. Bustan
Ramli, MSi dan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam Dr.
Andi Sugirman, SH, MH menggelar konferensi pers terkait
dugaan penyalahgunaan pembangunan gedung perkuliahan kampus
II IAIN di Kelurahan Polewali Kecamatan Tanete Riattang
Barat bertempat di ruang kerja Rektor IAIN Bone, Senin, 19
Oktober 2020.

Rektor IAIN Bone Prof. Dr. A. Nuzul, SH, MHum
mengatakan pembangunan
gedung perkuliahan Kampus II IAIN Bone yang kini ditangani
oleh Polda Sulsel. Proses pengadaan gedung tersebut dimulai
pada tahun 2017. Dirinya pada waktu itu, masih menjabat
sebagai Pelaksana Ketua sejak 9 Desember 2020 dan berakhir
masa tugas sebagai Plt Ketua Juli 2017.

Dalam menyikapi keberadaan gedung tersebut,
Polda Sulsel telah bekerja,
sekitar 2 tahun lebih, dan kini ditetapkan dua orang tersangka, satu PPK yang bekerja atas nama institusi, satu
orang kontraktor. "Namun penetapan tersangka PPK masih perlu dikaji lebih dalam. Karena kerugian negara bukan disebabkan oleh PPK, melainkan kontraktor," katanya.

Salah satu pemicunya adalah gedung itu tidak
terselesaikan selama masah akhir kontrak berakhir. Karena
ini anggaran SBSN, kontraktor proyek pembangunan gedung
mendapat kebijakan, kalau bangunan tidak selesai di tahun
berjalan, bisa berlanjut ditahun berikurnya.
"Jadi seharusnya bangunan gedung perkuliahan ini selesai
Desember 2017. Namun karena tidak selesai, pembangunannya
dilanjutkan di tahun berikutnya tahun 2018.
"Hanya saja, dengan waktu 90 hari yang diberikan kepada
kontraktor untuk menuntaskan pembangunan gedung perkuliahan
tersebut, tapi tak mampu direalisasikan," katanya.

Akibat dari kelalaian ini, gedung perkuliahan kampus II IAIN
Bone tidak di PHO sampai sekarang, karena pekerjaannya tidak
tuntas 100%. "Dari sinilah Aparat Penegak Hukum (APH)
masuk," tuturnya.

Selaku KPA sudah kata A Nuzul, ia sudah bekerja, sudah
menegur, tapi pihak kontraktor tidak memiliki manajemen
kerja yang baik, yang mengakibatkan gedung tersebut
terbengkalai.
Terakhir ada permintaan pencairan dana oleh pihak kontraktor
sebesar 96 persen, namun permintaan itu tidak dilakukan
begitu saja, sebelum melakukan pencairan dana, dirinya
selaku KPA terlebih dahulu meminta konsultan melakukan
peninjauan dan evaluasi terhadap capaian kerja sebelum
dilakukan pembayaran dana.

"Dari hasil perhitungan konsultan, baru 90,3% progres
pembangunan gedung tersebut, makanya pada waktu itu, hanya
85,3% yang dilakukan pembayaran. 5% untuk biaya pemeliharaan
tidak dicairkan karena gedung belum rampung 100%.
"Tidak mungkin kita cairkan 5% sebagai biaya pemeliharaan,
karena aturannya 5% itu dicairkan, kalau gedung sudah di
PHO. Namun karena tidak rampung, 5% biaya pemeliharaan kita
kembalikan ke negara," katanya.

"Bahkan pembayaran dana 85,3% telah diterima oleh pihak
kontraktor, makanya kami heran, tiba-tiba ada gugatan
wanprestasi," tambahnya.
Justru kata Nuzul pihak IaIN Bone yang harusnya melakukan
gugatan. Karena pihak kontraktorlah tidak memenuhi
perjanjiannya. "Saya melihat ada sesuatu yang dihilangkan
oleh pihak kontraktor," tandasnya.

Dikatakannya lagi, selama pembangunan gedung perkuliahan
itu, KPA tidak pernah tinggal diam. Mulai dari meminta
laporan triwulan dari PPK, melayangkan, peringatan agar
diselesaikan dengan baik. Termasuk meminta PPK agar
melakukan pemutusan kontrak.
"Karena kapan tidak dilakukan,
KPA bisa ikut terseret," tandasnya.

Dekan Fakultas Syariah dan Hukum Islam IAIN Bone Dr. Andi
Sugirman, SH, MH mengatakan selain pidana, IAIN Bone juga menghadapi persoalan
keperdataan. Dijelaskan bahwa gugatan wanprestasi itu, tidak
ada sama sekali hubungannya dengan penyelewengan dan tidak
ada sama sekali hubungannya dengan penyimpangan.
"Saya sebagai Kuasa hukum IAIN Bone yang ditunjuk oleh
Rektor akan mewakili institusi menyikapi gugatan tersebut.
Bahkan, sudah ada tim yang telah dibentuk dalam menyikapi
hal tersebut," kata A Sugi (ilo)
Komentar

Berita Terkini