Imam Nahrawi Mundur Dari Menpora Usai Tersangka, Begini Pernyataan Lengkapnya



JAKARTA, PENAINSPIRASI.com - Imam Nahrawi mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi Menpora karena menjadi tersangka kasus suap dana hibah KONI. Imam Nahrawi juga meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wapres Jusuf Kalla.

Imam menyampaikan pengunduran dirinya di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/2019). Dia mengundurkan diri untuk fokus menjalani proses hukum di KPK.

"Sebagai warga negara yang taat hukum dan sekali lagi saya ingin fokus menghadapi itu, saya berharap kepala semuanya keluarga, guru-guru saya, kiai-kiai saya, sahabat-sahabat saya, saudara, kolega saya di Kementerian, semoga saya bisa menghadapi proses hukum ini dengan lancar tentu dengan pertolongan Allah SWT," ujar imam di hadapan wartawan.

Dalam pesannya, dia ingin para pejabat di Kemenpora melanjutkan perjuangan mengembangkan olahraga di Tanah Air. Apalagi Indonesia ke depan akan menjalani event olahraga seperti SEA Games hingga Olimpiade di Tokyo pada 2020.

"Saya mohon pamit dari Kemenpora, saya sudah menyelesaikan tugas di sini dan setelah ini saya menjalani tugas baru, semoga tugas baru ini bisa saya laksanakan dan kuat, dengan sepenuh hati, terima kasih kepada wartawan, terima kasih semuanya, terima kasih seluruh rakyat Indonesia. Izinkan saya berjuang untuk hadapi kenyataan ini, semoga Allah memberikan pertolongan dan jalan kebaikan untuk kita semua," terangnya.

Berikut ini pernyataan lengkap pengunduran diri Imam Nahrawi:

Dengan memohon ridho Allah, sertai dengan ucapan terima kasih dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Bapak Jokowi dan Bapak Wapres Jusuf Kalla, dan sekaligus permohonan maaf saya kepada beliau Bapak Presiden, Bapak Wapres, Ketum PKB, Ketum PBNU, dan seluruh rakyat Indonesia, sekaligus saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, sahabat saya, kolega di Kemenpora, pejabat yang hadir, staf, karyawan, honorer, mulai dari sekuriti, sampai eselon I. Bahwa hari ini, Kamis 19 September 2019, saya Imam Nahrawi sudah menyampaikan surat pengunduran diri ke hadapan Bapak Jokowi sebagai Menpora RI periode 2014-2019.
Dengan harapan saya harus fokus menghadapi dugaan tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi dan sudah barang tentu saya harus mengikuti proses hukum yang ada dengan sebaik mungkin, dengan terus menerus mendorong prinsip praduga tak bersalah. Sekaligus kita menunggu sebaik-baiknya nanti alat-alat bukti yang dimiliki KPK dengan tanpa membuat wacana terlebih dahulu, karena saya tak seperti yang dituduhkan mereka.

Kita ikuti proses yang baik sebagai warga negara yang taat hukum dan sekali lagi saya ingin fokus menghadapi itu, saya berharap kepada semuanya, keluarga, guru-guru saya, kiai-kiai saya, sahabat-sahabat saya, saudara, kolega saya di Kementerian semoga saya bisa menghadapi proses hukum ini dengan lancar tentu dengan pertolongan Allah SWT.

Dan saya berharap kepada seluruh sahabat-sahabat saya di sini, tetap bekerja dengan baik, tetap lakukan yang terbaik, tunjukkan prestasi demi prestasi karena kita pernah melakukan, melaksanakan amanat besar negara Asian Game, Asian Para Games, dan multi event yang lain dan sukses. Dan itu akan dicatat terus dalam sejarah, jangan pernah berhenti berkarya, inovasi, mencari terobosan mendedikasikan terus pada negeri ini, karena olah raga Indonesia terus harus bangkit.

Kepada para atlet pengurus cabang olah raga termasuk wartawan yang terus memberikan support pada olah raga Tanah Air terus berlatih dan bertanding tunjukkan Indonesia negara besar yang bisa menjadi rujukan dari negara manapun dalam hal prestasi olah raga tanah air.

Demikian para pemuda jangan putus asa, jangan pernah patah arah, berkecil hati menghadapi suasana apapun karena sesungguhnya kehidupan sudah diatur Allah SWT, dalam keadaan apapun harus tetap yakin optimis dan melaksanakan semua yang ada di hadapan kita dengan tulus ikhlas.
Yang terakhir, sejak sore hari ini, saya mohon pamit dari Kemenpora, saya sudah menyelesaikan tugas di sini dan setelah ini saya menjalani tugas baru semoga tugas baru ini bisa saya laksanakan dan kuat, dengan sepenuh hati, terima kasih kepada wartawan, terima kasih semuanya, terima kasih seluruh rakyat Indonesia. Izinkan saya berjuang untuk hadapi kenyataan ini, semoga Allah memberikan pertolongan dan jalan kebaikan untuk kita semua.

Semoga teman-temanku semua yang punya masalah apa saja, sekecil apa saja di keluarga, kantor, di masyarakat, dimanapun semoga Allah memberikan kemudahan, sehingga kita bisa melewati setiap ujian yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa. Terima kasih sekali lagi, izinkan saya meninggalkan kantor ini.

Terima kasih sahabatku sudah membantu saya selama ini, para deputi, staf ahli, dan seluruh staf saya lanjutkan perjuangan ini, jangan pernah berhenti untuk berjuang demi masa depan pemuda dan olah raga Tanah Air. Terima kasih. (idn/fjp)


Sumber : detik.com
Komentar

Berita Terkini