Serapan Beras Petani Rendah, Kansilog Bone Sebut Daya Beli Tengkulak Lebih Tinggi

  Foto : Kansilog Bone, Faizal Fajar.

Bone, Penainspirasi.com - Sejak peralihan skema bantuan beras sejahtera (Rastra) yang dulunya beras miskin (Raskin) menjadi Bantuan Pangan Non Tunan (BPNT) / Voucher pangan, ternyata berdampak pada daya serap  beras petani dan kanal penyaluran Perum Bulog secara nasional.

Hal tersebut, menjadi kehawatiran tersendiri bagi Perum Bulog Kab. Bone yang tahun ini ditargetkan serap beras petani sebesar 16.000 ton sedangkan serapan beras petani diposisi Bulan Juli baru terealisasi 2.600 ton dipanen perdana tahun ini.

Kepala Kantor Urusan Logistik Bone,  Faizal Fajar kepada penainspirasi.com menjelaskan, Harga Pokok Pembelian (HPP) yang ditetapkan pemerintah yakni 4.050/kg untuk gabah dan 8.030 /kg untuk harga beli beras medium terbilang lebih rendah dari harga yang dibelikan tengkulak sehingga petani dan mitra Bulog lebih condong menjualnya keluar dibandingkan menjualnya ke Bulog.

"Daya beli tengkulak yang lebih tinggi dibandingkan HPP juga menjadi faktor daya serap kita tahun ini masih jauh dari target, tapi kami tetap optimis dipanen raya kami dapat menyerap beras petani sesuai dengan target" Jelas Faizal

Faizal melanjutkan, untuk memenuhi target tersebut daya serapan Bulog Bone, pihaknya telah melakukan komunikasi kepada sejumlah pihak dan mitra Bulog agar capaian serapan dan penyaluran beras bulog dapat terealisasi sesuai dengan target.

Penulis : Redaksi
Editor    : Edy F. Noya
Komentar

Berita Terkini