Terlibat Lakalantas di Maros, Guru SMAN 9 Gowa Meninggal Dunia


  Foto: Muhammad Taslim.dok

Maros, Penainspirasi- Inna lillahi wainna ilaihi Rojiun. Muhammad Taslim (39 Tahun) warga BTN Taman Asri Jeneberang, Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, meregang nyawa setelah  mengalami Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jl Poros Makassar-Maros Km 02, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (3/6/2019) sore,
Tepatnya, di Lingkungan Tumalia, Kelurahan Adatongeng, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros.

Diulas tribun timur,  korban yang  mengendarai sepeda motor jenis big bike Yamaha N-MAX warna hitam dengan nomor polisi dengan DD 5677 RD terlibat kecelakaan ketika hendak mudik lebaran di Kabupaten Bone.

Taslim (korban, red) yang saat itu berboncengan dengan putranya, Fadhil Mahdi Muhammad (18 tahun) terlibat kecelakaan   dengan mobil pickup Daihatsu Grand Max warna putih dengan nopol polisi DD 8996 TR dikemudikan warga Dusun Sikapaya, Desa Minasa Upa, Kecamatan Bontoa, Maros, bernama Baharuddin (47 tahun)

"Tadi lagi out of control. Nabrak median dan pot bunga, terpental ke jalur sebelah, pas mobil sedang lewat," kata Kasat Lantas Polres Maros, AKP Amalia Normadiah, Senin malam.

Sementara itu, Kanit Laka Satlantas Polres Maros, Ipda Arsyad, mengatakan sepeda motor yang dikendarai Taslim sekaligus guru SMA Negeri 9 Gowa, melaju dari arah Kota Makassar menuju Maros.
Namun, saat berada di Jl Poros Makassar-Maros Km 02, tiba-tiba pengendara sepeda motor hilang kendali.

Di saat yang bersamaan, kata dia, mobil pickup jenis Daihatsu Grand Max, melaju dari arah yang berlawanan (arah Maros ke Makassar).
Sedangkan putranya, kata dia, juga mengalami luka serius dan dibawa ke RS Salewangang.

Informasi terbaru yang dihimpun Tribun-Maros.com, dari rekan korban, Taslim menghembuskan nafas terakhirnya, gegara luka yang dialami cukup parah.
Sementara putranya, saat ini masih dalam keadaan kritis di rumah sakit.

Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan, kini telah dievakuasi ke Mapolres Maros, Jl Jenderal Ahmad Yani, Kecamatan Turikale, Maros.


Salah satu netizen dari Bone, Eko Wahyudi, di beranda facebooknya mengucapkan berbela sungkawa atas kepergian mendiang yang merupakan Guru Seni dan Budaya kala dia menempuh pendidikan di Man 2 Watampone.

" Selamat jalan dan semoga alam ibadahmu di terima disisi Allah SWT guruku, seni dan ilmu yang kamu ajarkan kepada kami, akan menjadi amal kebaikanmu di Surga Allah SWT" tulis diberanda fb pribadinya


Sumber : Tribun Timur
Editor     : Edy F. Noya


Komentar

Berita Terkini