Bang Jalih Pitoeng : Haruskah Ijtima Ulama II Dilaksanakan...?!


Milad FPI Ke 20 Di Bumi Perkemahan Cibubur Jakarta, Minggu 19 Agustus 2019

Oleh : Bang Jalih Pitoeng

JAKARTA - Dua minggu baru berlalu pendaftaran dua pasang calon presiden dan wakil presiden ke KPU RI guna memenuhi salah satu syarat pendaftaran sebagai capres dan cawapres. Diawali dengan dideklarasikannya pasangan capres dan cawapres Joko Widodo dan KH. Makruf Amin, keesokan harinya menyusul dideklarasikan nya pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Shalahudin Uno dikediaman cawapres Prabowo Subianto di Jl. Kertanegara Jakarta Selatan.

Pasca sholat Jum’at di masjid Istiqlal Jakarta, 10 Agustus 2018, tim Prabowo-Sandi (PAS) beserta para petinggi partai koalisi dan rombongan pendukung memadati jalan Imam Bonjol Jakarta dimana KPU RI berdomisil. Massa yang tak terbendung dari berbagai elemen masyarakat tumpah ruah pada saat pendaftaran capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandi (PAS) kala itu.

Banyak catatan pristiwa yang menegangkan malam itu di kediaman Prabowo Subianto. Pendapat dan pandangan berseliweran. Baik dimedia massa, media cetak, media elektronik hingga media sosial. Sebagian besar umat islam indonesia mengharapkan agar Ustadz Abdul Somad menjadi Calon Wakil Presiden. Sementara sebagai ulama yang sangat tawadhu, beliau menolak ajakan untuk terlibat dalam pusaran kekuasaan politik praktis. “Biarlah saya menjadi suluh dalam kegelapan” seperti itulah petikan kalimat dari ulama yang namanya saat ini melesat dan dicintai umat.

Deklarasi Pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Sandi (PAS) Jl. Kertanegara, Jakarta, Kamis 9 Agustus 2018
 Dr. Salim Segaf Al Jufri yang merupakan salah satu petinggi PKS yang diusulkan menjadi cawapres pendamping Prabowo pada Ijtima Ulama yang berlangsung pada tanggal 27-29 Juli 2019 lalu, nampaknya kurang mendapat dukungan yang maksimal dari partai koalisi keumatan. Bahkan beredar isyu bahwa Agus Harimurti Yudoyono (AHY) juga sempat diharapkan untuk menjadi cawapres oleh partai Demokrat yang akhir-akhir ini nampak bergabung dalam koalisi keumatan yang jauh sebelumnya telah membangun koalisi yang sangat solid seperti Gerindra, PAN dan PKS.
 
Suasana Deklarasi Prabowo-Sandi (PAS) yang dihadiri oleh ratusan awak media malam itu menjadi sebuah pristiwa yang sangat mendebarkan. Prabowo Subianto yang terlihat bolak balik meninggalkan kediamannya menuju kekediaman mantan Presiden SBY di Kuningan Jakarta, merupakan salah satu langkah yang sangat santun dalam membangun komunikasi koalisi partai pendukungnya sebagai calon Preiden pada 2019 yang akan datang. Disamping sebagai mitra koalisi, kunjungan dirinya juga merupakan sebuah sikap penghormatan terhadap jenderal seniornya sekaligus sebagai mantan presiden dan juga ketua partai Demokrat.

Para Petinggi Partai Koalisi Pengusung Capres Cawapres Prabowo-Sandi Hadir Mendampingi Pendaftaran Di KPU RI, Jum'at 10 Agustus 2018 (Photo Istimewa/Tv One)
 Walaupun mungkin sangat mudah bagi dirinya sebagai calon presiden untuk menentukan secara pribadi untuk memilih siapapun yang PAS dan cocok dalam mendampingi sebagai calon wakil presiden. Kesetiaan dan ketaatan serta kepatutan dari sosok calon pemimpin seperti Prabowo,  seyogyanya kita sebagai anak bangsa perlu memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas sikap dan tindakan serta keputusan politiknya dalam rangka mengedepankan azas musyawarah dalam menentukan kebijakan guna kelangsungan kehidupan dalam berbangsa dan bernegara kedepan.

Dirinya telah melakukan usaha dan upaya untuk dapat menghargai sekaligus mematuhi hasil rekomendasi “Ijtima Ulama” dimana pada point pertama yaitu merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai calon presiden pada pilpres 2019 yang akan datang. Dirinya dan tim serta para petinggi partai koalisi sudah berusaha dan berupaya untuk mentaati ijtima dengan mengajak dan melakukan pendekatan kepada UAS agar sudi kiranya menerima ajakan untuk menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi Prabowo Subianto.

Ketegangan demi ketegangan saat malam menjelang deklarasi capres cawapres di Jl. Kertanegara, baru mulai agak reda ketika pukul 22.45 ketua umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan memberikan sedikit keterangan atas desakan awak media ketika baru turun dari mobilnya malam itu. “Iya, Sandi Untuk Indonesia”itulah sedikit petikan kalimat jawaban ketua umum Partai Amanat Nasional ketika ditanya oleh awak media tentang nama Sandi yang masuk bursa cawapres dipenghujung malam itu.

Sementara dikediaman Prabowo sudah ada Amien Rais, Dr. Eggi Sudjana, Dr. Salim Segaf Al Jufri serta beberapa petinggi partai koalisi seperti partai Gerindra, PAN dan PKS yang hadir dan berkumpul. Suasana meriah dan ekspektatif tergambar menggembirakan pada detik-detik deklarasi yaitu disaat Prabowo Subianto kembali dari Kuningan yang kemudian disusul oleh hadirnya kembali Sandiaga Uno ke Jl. Kertanegara tersebut. Karena pada pukul 21.15 Sandiaga Uno sempat meninggalkan kediaman Prabowo Subianto. Dengan demikian dapat tergambar bahwa pasangan Prabowo-Sandi akan segera dideklarasikan sebagaimana Zulkifli Hasan telah menyampaikan secara eksplisit beberapa menit sebelumnya dihadapan media.

Baru berselang dalam hitungan detik, malam itu pasangan capres cawapres Prabowo Sandi dibanjiri oleh berita mengenai sambutan hangat dan dukungan terhadap pasangan Prabowo-Sandi. Masyarakat indonesia rupanya telah sangat menanti-nanti tampilnya Prabowo sebagai calon presiden pada 2019 yang akan datang. Dukungan tersebutpun tidak lahir hanya sebagai individu, namun banyak lahir komunitas, kelompok serta gabungan masyarakat dalam memberikan dukungannya kepada pasangan capres cawapres Prabowo-Sandi.

 
Sebut saja salah satu gerakan positif yang menangkap responsibiltas masyarakat dan umat islam terhadap dukungan mereka kepada Prabowo, Relawan Nasional Prabowo Sandi (RN PAS) yang digagas oleh Dr. Eggi Sudjana, SH, MSi selaku ketua umumnya, kini bersama dengan timnya telah membentuk struktur "Rumah Kemenangan" hampir di 34 provinsi yang terus akan dikembangkan hingga 514 kabupaten kota sebagai relawan yang akan mendukung sekaligus memenangkan serta mengawal suara pasangan capres cawapres Parabowo-Sandi (PAS)diseluruh daerah pemilihan.

Menyikapi berbagai perkembangan tentang akan dilakukannya “Ijtima Ulama II” yang ramai dibicarakan diberbagai media yang juga menjadi semangat dalam Milad FPI Ke 20 di Bumi Perkemahan Cibubur “FPI Siap Mengawa Ijtima Ulama II” maka dalam kesempatan ini ijinkanlah saya secara pribadi menyampaikan marilah kita dukung dan kawal "Ijtima Ulama II" tersebut dengan harapan tentunya Imam Besar Umat Islam selaku ketua Dewan Pembina GNPF Ulama akan menyerukan sekaligus menguatkan dukungannya terhadap pasangan capres cawapres Prabowo-Sandi (PAS) dimana masyarakat dan rakyat serta umat sudah sangat mengharapkannya.

Karena tentunya sangat tidak mungkin Imam Besar kita Habibana Rizieq Shihab yang sangat kita cintai selama ini akan memilih presiden yang selama kepemimpinannya banyak terjadi kriminalisasi. Banyak pristiwa-pristiwa perskusi dan kriminalisasi terhadap para ulama yang berdakwah serta para aktivis yang berjuang menyuarakan kebenaran dan keadilan.

Sehingga besar harapan kita agar ijtima ulama II akan mampu menyerap aspirasi rakyat dan umat untuk mendukung sekaligus menguatkan dan memenagkan pasangan capres-cawapres Prabowo-Sandi (PAS)sebagai presiden dan wakil presiden dalam perhelatan akbar pilpres 2019 yang akan datang. Kita yakin dan percaya bahwa Habibana Rizieq Shihab-HRS akan mendengar, menyerap serta menghormati sekaligus menghargai suara rakyat dan umat islam indonesia yang sangat mencintainya. (BJP)



Komentar

Berita Terkini